Mati Muda Karena Jantung

Posted by admin on December 6, 2010 under Uncategorized | Be the First to Comment



Vera Farah Bararah – detikHealth

Jakarta, Kasus kematian akibat serangan jantung pada usia muda semakin sering terjadi. Padahal sebelumnya penyakit jantung lebih banyak menyerang orang yang sudah tua. Kenapa kini banyak fenomena mati muda karena jantung?

 

Seperti yang baru saja dialami aktris muda Hollywood Brittany Murphy yang meninggal di usia 32 tahun pada 20 Desember 2009. Masih simpang siur penyebab serangan jantung yang dialami Brittany, ada yang menduga karena overdosis, anorexia atau serangan jantung murni.

Serangan jantung terjadi akibat pengerasan pembuluh darah karena adanya kerak yang menempel. Kerak tersebut makin lama makin menumpuk yang bisa menyumbat saluran pembuluh darah koroner yang mengakibatkan orang menjadi cepat capek dan sesak nafas.

“Fenomena baru ini diakibatkan oleh generasi muda sekarang yang sudah berubah pola makannya, kalau dulu orang lebih banyak mengonsumsi makanan yang berserat tinggi tapi anak muda sekarang lebih memilih makan fast food. Sebenarnya fenomena seperti ini tidak hanya di Indonesia tapi juga negara lain seperti jepang dan China,” ujar Dr. H. Aulia Sani, SpJP(K) FJCC FIHA saat dihubungi detikHealth, Rabu (23/12/2009).

Lebih lanjut Dr Aulia menerangkan makanan-makanan seperti itu memiliki kadar kolesterol, lemak dan garam yang sangat tinggi, sehingga bisa membuat orang yang masih muda sudah terkena hipertensi atau penyakit kolesterol. Ditambah lagi kurangnya aktivitas atau olahraga dari orang-orang muda ini, karena lebih banyak duduk di depan komputer, bekerja menggunakan lift atau menonton televisi saja.

Selain itu generasi sekarang lebih menyukai konsumsi soft drink dibandingkan dengan minum air putih atau teh, padahal kadar gula dalam soft drink tersebut tinggi bisa memicu timbulnya diabetes yang menjadi faktor risiko dari penyakit jantung.

“Faktor risiko dari penyakit jantung itu ada empat yaitu hipertensi, kolesterol, diabetes dan merokok. Keempat hal ini yang bisa memicu timbulnya penyakit jantung,” ujar dokter yang berpraktik di RS Pusat Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Memiliki orangtua atau keluarga yang mempunyai riwayat penyakit jantung memang bisa memberikan kontribusi, tapi faktor keturunan ini sebenarnya bisa dicegah asalkan generasi tersebut memiliki pola hidup yang sehat dan benar.

“Tapi kalau generasi muda sering ngemil, malas olahraga, tidurnya telat sehingga istirahat kurang serta merokok, maka fenomena serangan jantung di usia muda bisa terjadi lebih cepat lagi. Apalagi ditambah dengan anak-anak sekolah yang sudah merokok, maka semakin dini mereka merokok risikonya semakin besar,” ujar dokter berusia 64 tahun.

Dr Aulia menambahkan untuk menghindari semakin maraknya fenomena serangan jantung di usia muda, hal paling penting yang harus dilakukan adalah mengubah pola hidup (life style modification) dengan rajin berolahraga, konsumsi makanan sehat bukan fast food, perbanyak minum air putih dan tidak merokok.



Add A Comment