Yoghurt Tempe Dapat Menurunkan Kerusakan Hati

Posted by admin on March 16, 2011 under Uncategorized | Be the First to Comment

Tempe merupakan salah satu makanan yang banyak mengandung protein dan berbagai zat yang bermanfaat bagi kesehatan. Salah satunya senyawa anti oksidan cukup tinggi. Namun pengolahan tempe dengan digoreng atau direbus ternyata bisa menurunkan kandungan anti oksidan yang ada di dalamnya. Agar senyawa itu tidak berkurang, tempe yang berbahan baku kedelai itu diolah menjadi yoghurt atau disebut ‘Tempegurt’. Tempegurt ini hasil penelitian tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Ketiga mahasiswa itu adalah Rio Jati Kusuma, Rifka Kumala Dewi, dan Nuraini Wahyu Setyaningrum.

“Senyawa anti oksidan mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh. Senyawa antioksidan tempe sekitar 60 persen. Namun pengolahan dengan digoreng atau direbus yang terlalu lama bisa menurunkan kadar antioksidan dalam tempe,” ungkap Rio Jati  Rio mengatakan tempe yang diolah menjadi yoghurt mampu meningkatkan aktivitas antioksidan. Pengolahan ini juga bisa menimbulkan antioksidan baru, yaitu 3 hydroxiantralinic acid (3-haa) yang lebih kuat dari vitamin E dan Isoflavon. “Selain bisa menangkal radikal bebas juga bisa bisa menurunkan tingkat kerusakan hati,” katanya

Cara pembuatannya lanjut Rifka, pertama tempe dicuci dan direbus selama 10 menit. Selanjutnya tempe diblender dan disaring untuk mendapatkan sari patinya. Selanjutnya sari pati dicampur gula dan susu skim dimasak hingga mendidih dan didinginkan. Setelah dingin campuran tersebut diberikan bakteri yoghurt diinkubasi pada suhu 42 derajat celcius selama 8 jam. “Dari 90 gram tempe bisa dihasilkan 600 mililiter yoghurt tempe yang bisa tahan sampai 1 minggu jika disimpan dalam kulkas. Yoghurt yang dihasilkan memiliki karakteristik hampir serupa dengan yoghurt susu, tapi sedikit lebih encer. Rasanya pun agak lebih asam.
( berbagai sumber )

Add A Comment